Abie's World - Another side of me

Writings

Qur'anic Accuracy Vs. Biblical Error: The Kings & Pharaohs Of Egypt


1. Pendahuluan

Tulisan ini bermaksud untuk meneliti penggunaan gelar "Raja" dan "Firaun" pada masa Abraham (Ibrahim), Yusuf dan Musa yang digunakan baik Alkitab maupun Qur'an.

Raja Mesir kuno selama masa Abraham, Yusuf dan Musa terus-menerus disebut dengan gelar 'Firaun' dalam Alkitab. Tetapi Qur'an, berbeda dengan Alkitab: kerajaan Mesir yang sezaman dengan Yusuf disebut "Raja" (bahasa Arab, Malik ); sedangkan Alkitab sudah menyebutkannya "Firaun". Sedangkan raja pada zaman Musa, Qur'an berulang kali menyebutnya "Firaun".

Ketika perbedaan rincian (yang tidak penting) antara yang Alkitabiah dan narasi Qur'an dimengerti secara kontekstual dengan menempatkan mereka secara langsung ke dalam setting egyptological kuno mereka, perpecahan tajam di antara Alkitabiah dan narasi Qur'an muncul. Dengan terus-menerus merujuk pada kerajaan Mesir kuno selama waktu Abraham dan Yusuf sebagai 'Firaun', Alkitab menggambarkan setting yang menyalahi zaman, tidak sesuai dengan data Egyptologi. Perbedaan ini secara terperinci antara yang Alkitabiah dan narasi Qur'an kelihatannya mempunyai arti luar biasa seperti yang akan dibicarakan dalam tulisan ini.


2. Penggunaan kata alkitab "Firaun"
Beberapa contoh penggunaan kata Firaun diberikan di bawah, dan dikeluarkan dari cerita Abraham, Yusuf dan Musa.

Firaun pada masa Abraham

Menurut Kitab Kejadian, raja yang sezaman dengan Abraham dipanggil Firaun, dan gelar ini dipakai enam kali di kejadian 12:10-20. Tiga contoh dijelaskan di bawah:

17. Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.

18. Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?

20. Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya


Firaun pada masa Yusuf

Menurut Kitab kejadian, raja yang memerintah Mesir di waktu Yusuf juga dipanggil sebagai Firaun. Raja disapa sebagai Firaun sembilan puluh kali. Contoh berikut adalah dari Kejadian 41:

14. Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun.

25. Lalu kata Yusuf kepada Firaun: "Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.

46. Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir.


Firaun pada masa Musa

Menurut Kitab Keluaran, raja yang memerintah Mesir di waktu Musa juga merujuk pada Firaun. Dia disebut sebagai Firaun 128 kali. Tiga contoh dibawah ini:

2:15 Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.

7:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.

15:19 Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut.


Dengan begitu, bagi semua raja, pada masa Abraham, Yusuf dan Musa, Alkitab menggunakan istilah "Firaun" untuk menyebut raja Mesir.

3. Penggunaan kata 'Raja' dan 'Firaun' dalam Quran

Beberapa contoh penggunaan kata "Raja" dan "Firaun" digambarkan di bawah ini, dan diambil dari kisah Yusuf dan Musa. Tak ada penggunaan seperti itu yang ditemukan di Qur'an pada kisah Abraham.

Raja Mesir pada masa Yusuf

Raja yang memerintah Mesir pada masa Yusuf disebut "Raja" (bahasa Arab, Malik); sedangkan Alkitab sudah menyebutkannya "Firaun". Qur'an tidak pernah pernah menyebut raja ini sebagai "Firaun." Dua contoh penggunaan "Raja" kata dari cerita Yusuf dijelaskan di bawah. Kata bahasa Arab bagi 'Raja', Malik, ditekankan dalam warna merah dalam  teks arab:

43. Raja (mesir) berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering." Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi."

72. Penyeru-penyeru itu berkata: "Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya."

Contoh lebih lanjut penggunaan kata "Raja" selama masa Yusuf bisa ditemukan di Surat Yūsuf. Lihat: 12:43, 12:50, 12:54, 12:72, 12:76

Firaun pada masa Musa

Sebagai raja yang memerintah selama masa Musa , Qur'an berulang kali menyebutnya firaun.
Dua contoh penggunaan kata "Firaun" selama masa Musa ada pada kutipan berikut. Kata Bahasa Arab bagi Firaun, ditekankan dalam warna merah dalam teks arab:

104. Dan Musa berkata: "Hai Fir'aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,

75. Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

4. Egyptology
Apa yang Egyptology modern katakan kepada kita tentang penguasa Mesir dan kapan  mereka dipanggil sebagai Firaun?

Encylopedia Britannica memberitahu kita di bawah kata "Firaun":

(from Egyptian per 'aa, "great house") , originally, the royal palace in ancient Egypt; the word came to be used as a synonym for the Egyptian king under the New Kingdom (starting in the 18th dynasty, 1539-1292 BC), and by the 22nd dynasty (c. 945-c. 730 BC) it had been adopted as an epithet of respect. The term has since evolved into a generic name for all ancient Egyptian kings, although it was never formally the king's title.

"(dari bahasa Mesir per aa, "rumah besar"), semula, istana kerajaan di Mesir kuno; kata tersebut dipakai sebagai sinonim bagi raja Mesir di bawah New Kingdom (dimulai dinasti ke18, 1539-1292 BC), dan oleh dinasti ke22 (C.945-C. 730 S.M.) sudah dipakai sebagai julukan rasa hormat. Istilah tersebut sudah berkembang ke dalam nama umum bagi semua raja kuno Mesir, walaupun tidak pernah menjadi gelar raja secara formal .

Kebanyakan dari kita tak sadar akan titik kecil ini tetapi sangat penting ini bahwa penguasa Mesir dinamai Firaun hanya di titik new Kingdom. Dengan kata lain, penyebutan semua penguasa Mesir sebagai Firaun tentu saja adalah kesalahan.

5. Kapan Ibrahim, Yusuf dan Musa tinggal di Mesir?
Menurut Alkitab, penguasa Mesir selama masa Abraham (Kejadian 12), Yusuf (Kejadian 41) dan Musa disebut Firaun.
Jika ini (semua) dianggap secara harfiah benar (seperti beberapa Biblicists katakan!) maka seluruh kisah Mesir di Alkitab perlu untuk disusun kembali dari titik New Kingdom. Ini karena penguasa Mesir dinamai Firaun hanya dari titik ini ke depan.
Penyebutan istilah Firaun manapun berkaitan dengan penguasa Mesir sebelum periode ini adalah sebuah kesalahan yang bertentangan dengan sejarah.

Timeline Sejarah Mesir Kuno

Dynasties Dates BCE (approx.) Period Some Royal names associated with Period

4500-3150 Predynastic
1 & 2 3150-2700 Thinite Period Narmer-Menes, Aha, Djer, Hetepsekhemwy, Peribsen
3 - 6 2700-2200 Old Kingdom Djoser, Snofru, Khufu (Cheops), Khafre (Chephren), Menkauhor, Teti, Pepy.
7 - 11 2200-2040 First Intermediate Neferkare, Mentuhotpe, Inyotef
11 & 12 2040-1674 Middle Kingdom Ammenemes, Sesostris, Dedumesiu
13 - 17 1674-1553 Second Intermediate Salitis, Yaqub-Har, Kamose, Seqenenre, Apophis
18 - 20 1552-1069 New Kingdom Ahmose, Amenhotep (Amenophis), Tuthmose (Thuthmosis), Hatshepsut, Akhenaten (Amenophis IV), Tutankhamen, Horemheb, Seti (Sethos), Ramesses, Merenptah
21 - 23 1069-747 Third Intermediate Smendes, Shoshenq, Osorkon, Takelot
24 - 26 747-525 Late Period Piankhy, Taharqa, Psammetichus
27 525-404 First Persian Period Cambyses, Darius, Xerxes, Artaxerxes
28 - 30 404-343 Dynasties 28 - 30 Amyrtaeus, Nepherites, Nectanebo

343-332 Second Persian Period Artaxerxes, Arses, Darius, Khababash

332-395 CE Greco-Roman Alexander the Great, Ptolemy, Cleopatra, Augusts, Tiberius, Nero, Domitian.


KAPAN ABRAHAM MEMASUKI MESIR?
 
Telah tercatat oleh Noth bahwa para bible scholar tidak menyetujui waktu the Patriarchal Age dan kasus Abraham menjadi  yang paling sering diperselisihkan. Apakah Abraham masuk pada c. 2000 - 1700 BCE (Albright, de Vaux, Glueck, Wright,  dsb.)? Atau ke abad ke-17 BCE (Cornelius dan Rowley)? Atau ke abad ke-14 BCE (Gordon)? K. A. Kitchen telah menyurvei daftar pustaka waktu periode Abraham hidup dengan melihat ke dalam peristiwa utama dan perincian pada cerita Patriarkal dan menghubungkannya dengan riwayat eksternal. Nampaknya bahwa hampir bisa dipastikan  menempatkan Abraham pada c. 2000 - 1700 BCE.  Nampaknya ini juga merupakan pandangan paling luas yang ada dan didukung oleh bukti eksternal. Antara lain, setelah satu bahasan panjang tentang historisitas dari peristiwa sekitar kisah Abraham pada buku dari Kitab kejadian, Anchor Bible Dictionary berkata:
 
To place Abraham at the beginning of the 2d millennium B.C. is, therefore, sustainable.  
 
Menurut the Dictionary Of Proper Names And Places In The Bible, di bawah "Abraham", kita baca:
 
History of Abraham (ca. 1850 BC)...
 
Pewaktuan serupa didukung oleh The Lion Handbook To The Bible, New Bible Dictionary, The Eerdmans Bible Dictionary, Harper's Bible Dictionary, Encyclopedia Of The Bible, The International Standard Bible Encyclopedia dan Pierre Montet.
 
Satu waktu c. 2000 - 1700 BCE menempatkan Abraham pada suatu masa sesuai dengan waktu di antara the Old Kingdom dan the Middle Kingdom dari kerajaan Mesir masa lampau.

KAPAN YUSUF MEMASUKI MESIR?

Mari kita lihat secara singkat apa hipotesis saat ini mengenai masuknya Yusuf ke Mesir. Ada dua hipotesis yang diketahui. Yang satu ini adalah bahwa dia memasuki Mesir pada masa Hyksos. Hyksos anggota kelompok campuran Semitic-Asiatics yang hidup mapan di Mesir utara selama abad ke18 BC. Sekitar 1630 mereka menggunakan kekuasaan, dan raja Hyksos memerintah Mesir sebagai dinasti ke15 (C.1630-1521 BC). Nama Hyksos dipakai oleh sejarawan Mesir Manetho (fl.300 S.M.), yang menurut sejarawan Yahudi Josephus (fl.Ke-1 abad CE), diterjemahkan sebagai "raja-gembala" atau "gembala tawanan". Hyksos adalah mungkin istilah Mesir bagi "penguasa negeri asing" (heqa-khase).

Yang kedua ialah bahwa Yusuf masuk ke dalam Mesir pada masa Dinasti ke-12 dari masa Middle Kingdom.
Penguasa pada masa itu dianggap sebagai Sesostris III. Bukan tujuan kita masuk ke dalam penelitian yang terlibat dalam penemuan masa itu. Ada banyak persoalan yang dilibatkan di sini, diantaranya data Egyptology, dan keraguan-raguan apakah penulis Alkitab atau saksi mata yang menulis tentang peristiwa tersebut  atau apakah cerita Yusuf itu diceritakan/ditulis berabad lamanya setelah peristiwa sebenarnya terjadi?

Menariknya, The Interpreter's Dictionary Of The Bible mengerti beberapa ketidak-sesuaian di data Egyptology mengenai Cerita Yusuf dan menyatakan:

The frank attitude toward the stories about Egypt in Genesis and Exodus is that folk memory had retained the essentials of great Hebrew experience but had later clothed that memory with some details imperfectly recollected and some circumstantial details borrowed from later times and conditions.

Sikap terus-terang terhadap cerita tentang Mesir dalam Kejadian dan Keluaran adalah bahwa ingatan tentang dongeng telah mempertahankan hal-hal yang penting dari pengalaman Yahudi yang luar biasa namun di kemudian hari telah memakaikan memori itu dengan beberapa detail yang diingat dengan tak sempurna dan beberapa detail yang dipinjam tidak langsung dari waktu dan kondisi kemudian.


Kesimpulannya, masuknya Yusuf ke Mesir dapat ditanggali pada The Second Intermediate (c. 1674 - 1553 BCE), satu waktu ketika Mesir diatur Hyksos

KAPAN MUSA MEMASUKI MESIR?
 
Menempatkan Musa pada sejarah Bangsa Mesir masa lampau bukan sesuatu yang diperselisihkan seperti kasus Abraham. Bible scholar telah mencoba menemukan periode yang diduduki oleh Musa dalam sejarah dan telah menempatkannya pada berbagai titik pada Kerajaan Baru, dari Tuthmose II. (c. 1493 - 1479 BCE) ke Merenptah (c. 1212 - 1202 BCE). Menurut Dictionary Of Proper Names And Places In The Bible, di bawah "Musa":
 
Moses career unfolds ca. 1250, the date generally accepted for the Exodus.
 
Dengan cara yang sama, the Encyclopaedia Judaica mendeskripsikan Musa sebagai seorang:
 
 ... leader, prophet, and lawgiver (first half of the 13th century BCE) 
 
Pewaktuan ini didukung oleh The Universal Jewish Encyclopedia yang berkata:
 
The period during which Moses apparently lived was the third or fourth quarter of the 13th cent. BCE; accordingly, Ramses II or Merneptah was the Pharaoh of the Exodus. 
 
Pewaktuan serupa didukung oleh The Lion Handbook To The Bible, New Bible Dictionary, The Eerdmans Bible Dictionary, Harper's Bible Dictionary, Encyclopedia Of The Bible, The Interpreter's Dictionary Of The Bible and The International Standard Bible Encyclopedia.  Scholar seperti Pierre Montet, Kenneth Kitchen dan J. K. Hoffmeier juga menempatkan Musa pada  Periode the New Kingdom.

Intinya, masuknya Yusuf ke dalam Mesir terjadi sebelum penguasa Mesir disebut Firaun. Penggunaan Malik (Raja) lebih tepat daripada Firaun oleh Qur'an melambangkan ketepatan sejarah dengan data yang ada pada kita. Sedangkan menyebut Firaun sebagai seorang penguasa pada saat Yusuf di Kejadian 41 (dan lebih banyak lagi pada masa Abraham di Kejadian 12!) adalah sebuah kesalahan yang bertentangan dengan Sejarah. Dalam kasus Musa, kebanyakan scholar menetapkan peristiwa penindasan dan eksodus pada Periode New Kingdom pada masa Merneptah dan Ramses.

Kesimpulan
Dengan data yang ada pada kita saat ini dari Egyptology, penyebutan Malik (raja) pada masa Yusuf dan Firaun pada masa Musa dalam Quran adalah mengagumkan, amat akurat. Penulis bibel yang menggunakan istilah Firaun pada masa Abraham, Yusuf untuk penguasa Mesir adalah sebuah anakronisme.

terjemahan bebas dari http://www.islamic-awareness.org/Quran/Contrad/External/josephdetail.html

taken from my post at http://myquran.org/forum/index.php/topic,33149.msg864598.html#msg864598




Saya tertarik membicarakan kembali pembicaraan tentang Maryam, Ibunda nabiyullah 'Isa a.s. Ada ayat yang dipermasalahkan oleh kristen tentang maryam dan hal tersebut terus dikumandangkan meskipun sudah ada penjelasan dari Muslim. Berikut ayatnya ...


فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا
يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina"

Umumnya kristen menuduh ayat ini merupakan bukti dari ketidakakuratan alquran. Mereka menuduh Nabi SAW keliru menerima info tentang maryam dan tercampur aduk dengan Miryam yang dalam Bibel yang merupakan Saudara perempuan harun. Benarkah ini?

Umumnya muslim memberi pembelaan bahwa sebutan 'Ukhta Haarun' (Saudara Perempuan Harun) bukan dimaksudkan untuk menyatakan saudara dalam arti hubungan darah. Sebagaimana sebutan Anak adam, anak daud. Apakah yang dimaksud anak kandung adam dan daud? Tentu saja tidak.

Sebagaimana sekelompok Kristen Najran pada masa Nabi SAW mengemukakan keberatan serupa dan dijawab oleh Nabi SAW. Dalam Sahih Muslim, hadits diceritakan oleh Mughirah bin Syu`bah berkata:

Ketika aku datang ke Najran, mereka (orang Kristen Najran) bertanya padaku: Kamu membaca "Yaa ukhta haarun" (Hai,saudara perempuan Harun -Maryam-) di Qur'an, sedangkan Musa dilahirkan jauh sebelum Yesus. Ketika aku kembali kepada Rasulullah, aku bertanya tentang hal itu, kemudian Nabi menjawab: Mereka (masyarakat zaman lampau) dulu biasa memberi nama menurut nama-nama Nabi dan orang-orang saleh yang telah wafat sebelum mereka. -terjemahan bebas-

Keterangan dari Nabi SAW inilah yang banyak digunakan muslim untuk mengklarifikasi frase 'Ukhta Harun' tersebut. Namun sayangnya temen-temen muslim jarang (sejauh pengetahuan saya) yang bisa memberikan bukti bahwa selain penyebutan 'anak' fulan, ada pula penyebutan 'saudara' fulan dalam tradisi yahudi atau bahkan lebih luas tradisi semitik.

Adakah Bukti bahwa penyebutan 'Saudara' itu benar-benar ada dalam tradisi Semitik?

Tuduhan ketidakakuratan ini salah total karena mengabaikan idiom bahasa Arab dan konteks ayat. Dalam bahasa Arab kata 'akhun' atau 'ukhtun' mempunyai dua arti:

1. Saudara (laki-laki) dan saudara (perempuan) kandung.

2. Persaudaraan dalam marga/keluarga ataupun kepercayaan.

Ayat di atas (Maryam:28) menggunakan kata 'ukhtun' dalam pengertian kedua. Hal tersebut bukanlah hal diluar kebiasaan qur'an untuk menggunakan ungkapan idiomatik yang sama untuk ayat-ayat sebelumnya. Dalam surat Huud ayat 78 Nabi Lut a.s. merujuk kaum wanitanya sebagai 'putri-putriku)

Luth berkata: "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?"

Dalam surat Al-a'raaf ayat 65, 73, 85 Nabi Hud, Saleh dan Syu'aib dikenal sebagai "saudara" masyarakat mereka masing-masing.

65. Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"

73. Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih."

85. Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman."


Kaum Luth disebutkan dalam alquran Surat Qaaf ayat 13 dengan redaksi 'akhun' - 'Ikhwaanu Luth'

وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَانُ لُوطٍ

dan kaum Aad, kaum Fir'aun dan kaum Luth

Dalam bibel, Lukas 1:5 Elisabeth disebut putri Harun. Apakah itu berarti secara harfiah merupakan putri kandung harun?

and his wife was of the daughters of Aaron, and her name was Elisabeth.

Yesus pun disebut anak Daud dalam Matius 21:9

...Hosanna to the Son of David...


Mungkin ada sebagian yang akan berdalih "Itu kan 'anak' atau 'putri'...mana 'saudara'?" Kalau yang berkata demikian adalah orang kristen maka dia sebenarnya tidak paham terhadap kitabnya sendiri.

الاَخُ-(al) akh - dan الاُخْتُ -(al) ukht - dalam perbendaharaan bahasa arab sama dengan אח - ach - dan אחות - 'achowth - dalam perbendaharaan bahasa ibrani untuk saudara laki-laki dan perempuan. Dan terbukti penggunaannya (dalam bibel) tidak hanya berarti saudara dalam pengertian saudara kandung.

Lihat Strong kosakata tersebut dalam Bibel ...

Kutip
No. Strong: 0251
Kata           : אח ‘ach
Pengucapan : awkh
Asal Kata     : a primitive word
Sumber       : TWOT-62a
Jenis           : n m

Dalam AV  : brethren 332, brother 269, another 23, brotherly 1, kindred 1, like 1, another 1, other 1
Jumlah    : 629

Definisi Inggris:
1) brother
1a) brother of same parents
1b) half-brother (same father)
1c) relative, kinship, same tribe
1d) each to the other (reciprocal relationship)
1e) (fig.) of resemblance


Kutip
No. Strong: 0269
Kata      : אחות ‘achowth
Pengucapan: aw-khoth’
Asal Kata : irregular f of 0251
Sumber    : TWOT-62c
Jenis     : n f

Dalam AV  : sister(s) 106, another 6, together with + 0802 1, other 1
Jumlah    : 114

Definisi Inggris:
1) sister
1a) sister (same parents)
1b) half-sister (same father)
1c) relative
1c1) (metaph) of Israel’s and Judah’s relationship
1d) beloved
1d1) bride
1e) (fig.) of intimate connection
1f) another

Dalam keterangan strong tersebut, bahkan 'saudara' dengan maksud bukan saudara kandung disebut lebih banyak daripada pengertian harfiah tersebut. Itu menunjukkan bukti bahwa penisbatan nama dengan nama orang shalih ataupun nama nabi pada tradisi semitik benar-benar ada dan itu hal yang wajar.


Apa yang hendak disampaikan dari frase 'Ukhta Harun' ?

Bila kita mengamati kembali dalam Quran Surah Maryam di atas, kita akan menemui bahwa yang memanggil dengan panggilan 'Ukhta harun' itu adalah Bani Israel sendiri. Apakah ada hal yang penting dari penyampaian kembali kisah dialog antara Maryam dan Bani Israel?tentu saja.

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina"

Ini ada kaitannya dengan penisbatan nama 'Isa a.s kepada ibunya, yang biasa kita temui dalam quran dengan 'Isa Ibn Maryam. Ini sekaligus menjadi klarifikasi bahwa 'Isa anak maryam itu bukan keturunan pezina, bukan anak haram seperti yang dituduhkan yahudi. Maryam merupakan sepupu dari Elisabeth yang dalam kutipan ayat bibel di atas disebut sebagai keturunan Harun. Dan harun dalam literatur yahudi adalah seorang imam. Keturunan suku Lewi. Dan benarlah Quran bahwa 'Isa Ibn Maryam adalah keturunan orang suci bukan keturunan pezinah dari raja-raja yehuda, seperti dalam bibel (yang mengacu pada catatan yahudi, yang notabene menistakan 'Isa a.s.)

Silsilah 'Isa a.s (a.k.a. Yesus) dalam bibel masih menyimpan kontroversi hingga saat ini. Bahkan silsilah dari jalur Ibu, Maryam, melalui bapaknya Heli/Eli tidak dapat dipertahankan sebagai suatu kebenaran. Bahkan apologi maryam anak Eli disebut suatu kedustaan yang nyata.

Shadaqallahuladziim ... Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

taken from my post at http://myquran.org/forum/index.php/topic,32049.msg816191.html#msg816191

Blog EntryKeakuratan Nama 'Isa dalam Quran (part.II)Jul 30, '08 9:06 PM
for everyone
TEORI ASAL USUL NAMA MESIAS

THE STAR OF THE MESSIAH (BILANGAN 24:17) = THE NORTHERN STAR (MATIUS 2:2)

Kamus leksikon Ibrani-Caldea Gesenius  dalam Perjanjian Lama menyatakan :



Kata Ibrani Ish menurut definisinya adalah sebuah bintang utara yang terang atau bintang bintang pada rasi bintang utara 'Ursa Major'. Ursa Major diterjemahkan sebagai rasi "Beruang besar". Lebih terperinci memperhatikan catatan tepi sebelah kanan. "'ish" juga mengacu pada  "rasi beruang" yang juga sama dengan rasi bintang Utara yang disebutkan tadi. 

H.W.F. Gesenius terus menggambarkan hubungan kolaboratif di antara kata Ibrani Ish dan kata Arab 'Aasa dan 'Issa dan didefinisikan sebagai "pengintai malam". Dan ini berkolaborasi dengan detil besar dalam Qur'an. Dalam surat Ath Thariiq yang artinya  "Yang datang di malam hari" pada ayat 1-3 :

Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus."  (At-Thaariq:1-3] 

Mengenai ayat ke-3 Surat ini, Imam Suyuti berkata pada kitabnya "Ad Durul Mantsur fi Tafsir al Ma'tsur:
"telah diriwayatkankan bahwa Ibnu Jarir berkata, dari Mujahid, tentang ayat ini: "Ini adalah bintang yang menembus cahaya" bahwa ini berarti bintang dari Ats Tsurayya." (Ad Durul Mantsur fi Tafsir al Ma'tsur, Jalaluddin As Suyuti)

"Ibnu Zaid berkata, Bahwasanya, ini adalah bintang dari At tsurayya."  (Imam Qurtubi, tafsir al-Qurtubi)

Dengan demikian, Qur'an juga merefer pada bintang Tsaur Ats Tsurayyah sebagai At Thariq. Korelasinya jelas dan keselarasan antara Qur'an dan pemikiran nubuatan pra-biblical, 2000 tahun sebelum penyusunannya.

Tapi apa hubungannya "Bintang" dengan Yesus?
 
Terutama sekali, mungkin ini merupakan salah satu yang paling berpengaruh nyata secara historis tentang tanda  dari ramalan Mesias.

"I shall see him, but not now: I shall behold him, but not nigh: there shall come a Star out of Jacob, and a Sceptre shall rise out of Israel..." (Numbers 24:17),

"Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel," (Bilangan 24:17)

"Saying, Where is he that is born King of the Jews? for we have seen his star in the east, and are come to worship him." (Matthew 2:2)

"dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Matius 2:2)

Pasal 2 Matthew merinci tentang tiga orang Majus yang mengikuti Bintang Utara dalam pencarian Mesias Yahudi. Ini adalah tanda Mesias yang paling terkenal.

Kata Ibrani di ayat ini untuk "Bintang" adalah "Kokab" . Dari kata  "Kokab" ini muncul gelar "Kokhba" Yang diberikan atas Simeon bar Koziba ketika dia disahkan sebagai Mesias oleh  Rabbi Revolusioner Yahudi, Akiba ben Yosef.

"Rabbi Akiba ben Joseph, a highly esteemed teacher of the period, enthusiastically supported the rebels and conferred the name Bar Kokhba (Son of the Star) upon their leader. Akiba also hailed him as the Messiah." [Encyclopedia Britannica, Reference Index V, page 872] 

Saat Bar-Kokhba di-salahasumsi-kan sebagai Mesias, dia terbunuh dalam pertempuran melawan Romawi pada tahun 135 A.D. Mengenai "Bintang" menjadi tanda dari Mesias:

Kamus kata teologis Perjanjian Lama yang merupakan sebuah kompilasi dari Brown-Driver-Briggs dan Gesenius mendefinisikan "Kokab" sebagai: 

"1. star - a. of Messiah, brothers, youth, numerous progeny, personification, God's omniscience."
[Theological Word Book of the Old Testament, Brown-Driver-Briggs, H.W.F. Gesenius] 

Nabi dinamai menurut kejadian di sekitar kelahiran mereka

Adam אדמ /Aadam - berarti 'merah'; dimungkinkan berasal dari דמ /Dum - artinya 'darah'; Juga terkait dengan אדמה / Adamah - tanah garapan, darimana  manusia pertama, Adam, diciptakan.

Sebelumnya, diterangkan nama Adam berasal dari דמ / dam (darah). Meskipun informasi tersebut adalah valid, setelah diteliti, yang lebih benar adalah dari אדמה / adamah (tanah)

"ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup." (Kejadian 2:7) 

Nuh נח /Noach dari נוח /Nuch - beristirahat. maksudnya "istirahat" pada saat kelahirannya pada ayat kejadian 5:29
 
Ishak יצחק /Yitzhaq - dari צחק /Tzahaq - tertawa .

"Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."
Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak? Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"
Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak,"
(Kejadian 17:16-19)

Ismail ישׂמעל /Yishmaael - dari שׂמ /shama - mendengar dan על / El - Tuhan"
 
"Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu." (Kejadian 16:11) 

Musa משׂה /Mosheh - menarik

"Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air." [Keluaran 2:10] 

Tiap-tiap Nabi dinamai dengan cara ini. Namun, ketika kita melihat kelahiran Yesus kita menemukan sebuah kontradiksi yang membingungkan dan suatu manipulasi pada Injil yang terungkap.

Kelahiran Yesus: Kontradiksi dan Nubuat Tak Terpenuhi

Kelahirannya yesus disebutkan dua kali pada Injil dalam dua catatan yang berbeda dan berlawanan. Sekali pada Injil Matius dan yang lain pada Injil Lukas. Sedangkang Injil Markus dan Yohanes memulai dengan kedatangannya Yohanes Pembaptis saat Yesus dewasa. Di antara catatan kelahiran dari Matius dan Lukas,  kita temukan satu benturan kontradiksi .

KELAHIRAN YESUS MENURUT MATIUS:

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" —yang berarti: Allah menyertai kita.  (Matius 1:21-23)

Pertama-tama, ini aneh. Bahwa tak seorangpun pernah memanggil Yesus dengan "Immanuel" dimanapun pada Bible. Ini merupakan suatu usaha untuk mencocok-cocokan Yesus dengan suatu nubuat yang dimaksud dalam Yesaya 7:14. Faktanya, ayat tersebut adalah sama sekali bukan merupakan nubuat kedatangan Yesus dan anak yang dipanggil Immanuel itu telah lahir dan menunjuk pada ayat setelahnya. Mari kita lihat konteksnya:

"Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya." [yesaya 7:1] 

TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel." (Yesaya 7 10-14)

Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Ambillah sebuah batu tulis besar dan tuliskanlah di atasnya dengan tulisan biasa: Maher-Syalal Hash-Bas." Maka aku memanggil dua saksi yang dapat dipercaya, yaitu imam Uria dan Zakharia bin Yeberekhya. Kemudian aku menghampiri isteriku; ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Namailah dia: Maher-Syalal Hash-Bas, sebab sebelum anak itu tahu memanggil: Bapa! Ibu! maka kekayaan Damsyik dan jarahan Samaria akan diangkut di depan raja Asyur." TUHAN melanjutkan lagi firman-Nya kepadaku: "Oleh karena bangsa ini telah menolak air Syiloah yang mengalir lamban, dan telah tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya, sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air sungai Efrat yang kuat dan besar, meluap-luap atas mereka, yaitu raja Asyur dengan segala kemuliaannya; air ini akan meluap melampaui segenap salurannya dan akan mengalir melampaui segenap tebingnya, serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!" (Yesaya 8:1-8)

Kita tidak perlu menjadi sarjana bibel untuk melihat bahwa, figur dari immanuel adalah satu tanda yang dijanjikan kepada Raja Ahaz, kemudian pada pasal selanjutnya anak tersebut lahir, kemudian akhirnya kita lihat anak itu nantinya dipanggil "immanuel". Yesus tidak pernah dipanggil "immanuel" oleh siapapun semasa hidupnya. Silahkan baca Yesaya 7 - 8 untuk melihat hubungan kalimat dari peristiwa ini. Ini tidak mempunyai hubungan apapun dengan Yesus.

Fakta ini telah membuktikan bahwa Matius tidak menulis "Injil Matius". Apakah kita akan percaya bahwa Matius, seorang Rasul yang dekat dengan Yesus, salah informasi tentang Nubuatan Perjanjian Lama? Penelitian historis dengan cermat membuktikan, bahwa ini adalah usaha memanipulasi manuskrip oleh mereka yang tidak akrab dengan manuskrip, budaya, ataupun nubuatan Yahudi. 

KELAHIRAN YESUS MENURUT LUKAS:

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (Lukas 1:31-33) 

Perhatikan catatan "keturunan yakub" yang merefer pada Bilangan 24:17 "bintang terbit dari Yakub". Ini sejalan dengan nubuatan Perjanjian Lama dan bersesuaian dengan sedikit dokumentasi historis kecil yang kita punya berkenaan dengan kelahiran dari Yesus.

Catatan paling awal dari "Bintang dari Bethlehem" dibuat oleh Uskup dari Gereja dari Antiochia, Ignatius, pada awal abad ke-2 A.D. Dalam suratnya kepada orang orang efesus dia menulis:

"How was he revealed to the world? A star shone forth high above all the stars in the skies, whose brilliance cannot be described and which was of a completely new type so that it aroused an amazement." [Ignatius, Ad Ephesios, Chapter 19:7] 

Dengan demikian, menunjukkan dengan jelas bahwa nama Yesus, yang menjadi 'Isa dari akar Arab 'Assa dan akar kata Ibrani 'Ish yang artinya "Bintang utara", jauh lebih kredibel dibandingkan referensi ke sebuah nama yang mana sama sekali tidak ada kesesuaian dengan nubuat alkitab atau bukti historis. Dengan bergantung pada nama yang salah untuk Yesus, "Yeshua " dan "Yahushuwa '", untuk memaksakan ide 'Seorang Juru Selamat Manusia-Tuhan', Kristen telah meletakkan keraguan atas keberadaan Yesus. Dia lahir sebagai Mesias, dan merupakan Bintang yang terbit dari keturunan Yakub, dan dengan demikian dia dinamai 'Isa dari 'Bintang Mesias'. "Yeshua ", "Yahushuwa ", "Immanuel",  adalah semua hasil dari belitan tangan Kristen dari Tanakh untuk memaksakannya demi mengatakan sesuatu yang tidak bersesuaian dengan Nubuatan Mesias Israel.


dikutip dari:

http://shibli.zaman.net/eesa/


Note:

ثريّة, ثريّا Tsurayya dalam budaya arab (semitic?) merupakan kumpulan tujuh bintang dari rasi bintang Taurus. Matahari berada dalam taurus pada bulan 20 April-20 Mei (karenanya orang yang lahir di tanggal tersebut dikatakan berzodiak taurus).

Astrology, nujum, ilmu perbintangan telah digunakan oleh peradaban yang sangat tua. digunakan sebagai penunjuk arah atupun untuk meramalkan kejadian tertentu. Termasuk pula orang majus, yang mengamati pergerakan bintang bintang dan digunakan untuk menunjukkan tanda mesias. Mungkinkah ini juga mendukung teori bahwa Yesus lahir di musim semi (maret-mei) dimana menurut injil Lukas, ternak digembalakan pada malam hari?Sedangkan di yerusalem, waktu yang memungkinkan untuk melakukan hal itu adalah di musim semi?

Atau apakah yesus berzodiak taurus?? Yang artinya yesus lahir di bulan april-mei??  Hmmm

Same post as: http://myquran.org/forum/index.php/topic,39978.msg1172958.html#msg1172958

Blog EntryKeakuratan Nama 'Isa dalam QuranJan 7, '08 1:57 AM
for everyone
Apa nama yesus secara historis?

Yesus dan bahkan kristen awal berbicara dalam bahasa aram. Banyak dalam Perjanjian Lama (PL), misalnya kitab Daniel merupakan bahasa aram meskipun bagian terbesar dari salinan tangan telah tiada selamanya. Baik Textus Receptus yunani sebagi rujukan Perjanjian Baru (PB), maupun Tanakh yang telah distandarisasi sebagai rujukan PL bukan bahasa asli mereka.

 
..portions of the Old Testament books of Daniel and Ezra are written in Aramaic...Jesus and the Apostles also spoke this language.
 
In the early Christian era, Aramaic divided into East and West varieties. West Aramaic dialects includ Nabataean (formerly spoken in parts of Arabia), Palmyrene (spoken in Palmyra, which was northeast of Damascus), Palestinian-Christian, and Judeo-Aramaic. West Aramaic is still spoken in a small number of villages in Lebanon
.

-Encyclopedia Britannica, Reference Index I, "Aramaic Language", page 476-

Kita juga dapat membaca bahwa ...

Parts of the books of Ezra and Daniel in the Bible were written in an Aramaic dialect, as were some notable Jewish prayers, such as the kaddish. Other important documents in Aramaic include portions of the Palestinian and Babylonian Talmuds and the Targum Onkelos, a commentary on the Pentateuch. Nabataean (the form of Aramaic current among the Nabataean Arabs), Samaritan, and Palmyrene were other significant ancient dialects of Aramaic.

Yesus berbicara dalam bahasa aram. Jadi, PB seharusnya mengacu padanya. Banyak dalam PL berbahasa aram juga, dan masyarakat kristen awal meliputi arabia dari palestina, Syria, Nabatea berbicara dalam bahasa aram.

Jadi apa nama Yesus dalam bahasa aram?

"EESHO M'SHEEKHA" -baca: iisyo masiikha- artinya Yesus sang Mesias.
 
- "Eesho M'sheekha" dalam bahasa Syriac. Syriac adalah varian baru dari aramaic yang tersebar luas pada umat kristen, yang selanjutnya disebut "Christian Aramaic".
 
- "Eesho M'sheekha" dalam bahasa Aram, diambil langsung dari "Peshitta". "Peshitta" adalah PB Aramaic dan lebih mendekati bahasa Yesus.
 
Jadi, Yesus pernah memanggil dirinya "Eesho" -baca: isyo- atau Lebih spesifik "Eesaa" -baca:iisa-karena Yahudi Palestina Utara melafalkan huruf "Shin" -syin- dengan "Sin".

Kata 'Isa' dalam alkitab
Di bawah ini adalah gambar dari sebuah halaman yang diambil dari "International Bible Society translation in Farsi" dari pasal pertama Matius Kata-kata yang digarisbawahi berarti 'Isa Masih' atau 'Isa' berturut-turut. Hampir semua terjemahan alkitab selain bahasa Inggris (termasuk Arabic Bible) menggunakan nama Ibrani "Yeshua", oleh karenanya sangat mengejutkan ketika mendapati 'Isa Masih' masih digunakan dalam Farsi Bible. penggunaan 'Isa Masih' Dalam terjemahan Farsi Bible membuktikan dengan sendirinya bahwa penerjemah kristen benar2 dapat menerima Nama Qur'anic untuk Yesus.



Kesimpulan
Secara singkat, mari kita uraikan keseluruhan argumen untuk memudahkan pembaca memahaminya:

1. Kata 'Isa' (عيسى) dalam Quran berasal dari 'Isyo' () dalam bahasa Aram, sebuah bahasa yang mendahului bahasa Ibrani selama ratusan tahun dan tidak pernah memiliki ikatan etimologi dengan kata turunan Ibrani "Yeshua"(ישוע) atau bahkan "Esau" (עשו)

Karena yesus berbicara dan mengajar dalam bahasa Aram, Alquran sangat akurat mengambil namanya dalam bahasa Aramaic dan bukan Kata Turunan Ibrani "Yeshua"(ישוע)

2. Nama 'Yasua' (يسوع) untuk nama Yesus dalam Arabic Bible adalah hanya sebuah transliterasi dari nama Ibrani "Yeshua"(ישוע) dan sebuah pemahaman yang keliru untuk mengklaim bahwa itu adalah nama Arab yang benar untuk Yesus, karena sebagaimana dikatakan Bahasa Ibrani bukan bahasa asli Yesus. Sehingga ayat-ayat suci yang dengan jelas menyatakan bahwa Quran adalah Bahasa Arab murni dan sempurna tidak terbantahkan.

Jadi, keakuratan sejarah dari quran dalam penggunaan "isa" daripada "yasua" untuk nama Yesus patut untuk benar2 diperhatikan. "Yasua" sebenarnya didasarkan pada nomenclatur Ibrani yang bermasalah untuk Yesus yang beralaskan ketidak setujuan dan kontroversi. Tidak ada persetujuan sejarah atau kemiripan bahwa Nama yesus adalah dalam bahasa Ibrani bahkan bila rujukan2 tersebut mengacu pada yesus!

Banyak penjelasan2 yang berlebihan yang berusaha meralat variasi nama Ibrani yesus ini, tapi semua didasarkan pada dugaan dan bukan atas bukti tekstual dan historis. Semua
permainan etimologi yang cacat tersebut tumbang oleh fakta yang jelas bahwa bahkan Ibrani adalah bukan bahasa yesus. Memang, beban pembuktian ada di tangan dunia kristen untuk menghasilkan bukti dokumentasi atas keberadaan Yesus pada masanya. Sebagaimana Allah telah berjanji dalam firmanNya:

Al Qashash:75. Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu", maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah (kebohongan) dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.

terjemahan bebas dari http://www.answering-christianity.com/name_of_jesus.htm dengan editting seperlunya.

taken from http://myquran.org/forum/index.php/topic,30806.0.html
same title

Blog EntryUNDANGANJul 31, '07 9:22 AM
for everyone


Written by AZ Iskandar

Pembaca sekalian ini, yang  kami ketengahkan disini adalah sebuah kisah imaginer tentang  sebuah episode kecil  dari lautan hikmah perjuangan kaum muslimin di palestina  melawan kekuatan penjajah kafir harbi yahudi. yang mana tokoh yang ditampilkan pada fragmen ini, digambarkan dianggap mewakili sebagian elemen yang turut terlibat  dengan berbagai macam afiliasi gerakan /organisasi/manhaj  ( IM/Hamas, Fatah,Salafy, HTI, JT, dll), yang tentunya tidak bisa memutlakan penilaian terhadap karekter tokoh yang ditampilkan sebagai wujud pasti realitas potret sebuah gerakan/dakwah. dan tentu upaya ini tidak akan terlepas kekurangan & kelemahan. semoga fragmen  ini  dapat kita ambil hikmahnya.

 

Suatu ketika di belahan bumi islam Palestina...

Kaum muslimin terjebak disuatu pemukiman  yang sedang digempur & dikuasai oleh tentara zionis dan amat sangat membutuhkan pertolongan.

nah,  dari sisi perbatasan pemukiman ,disebuah lembah persembunyian , tampaklah  dua orang pemuda islam, dua orang pemuda yang bersemangat, yang terlihat tanda sujud diwajah-wajah mereka, sedang terlibat dalam pembicaraan serius..

Ahmad   :  Akhi saudara kita yang terkepung amat membutuhkan pertolongan kita..mereka diblokade

Yusuf      :  Betul akhi , kita harus membantu menolongnya ; bukankah Nabi SAW bersabda : " Allah melaknat orang yang melihat  orang lain dizhalimi, tetapi tidak  ia tidak menolongnya ". Tapi akhi fillah pertahanan musuh sangat kuat        & hebat ,  persenjataan mereka lengkap ,modern, apakah kita sanggup melewati mereka untuk   menolong saudara kita .Apakah antum ada saran, melewati pos pemeriksaan mereka ?

Ahmad   : Bagaimana kalau kita cukur jenggot kita supaya tidak dicurigai & kelabui musuh?

Yusuf     : Wah, ndak bisa Akhi . Haram mencukur Jenggot !  hadist-hadist shohih banyak menjelaskan keharaman

jangan remehkan hal-hal yang sepele akhi..Islam tidak mengenal ushul & furu, inti & kulit , semua penting.

Ahmad   : Waduh gimana nich akh., toyyib,  Jenggot ndak dicukur tapi kita tiru aksi komandan kami yang telah gugur   yaitu  Yahya Ayyas rahimahullah (1), Al muhandis, buronan nomer satu Israel , yang sering mengelabui dari tentara zionis dengan menyamar sebagai wanita !  tentu berpakaian wanita. kayak nya ini jalan tengah deh.

Yusuf      : Akh..itu sama saja.malah nambah masalah , ingatlah hadist Nabi : " Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, "Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?" Beliau lalu menjawab, "Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. "(HR. Ahmad dan Ath-Thabrani). bukankah itu tindakan  menyerupai perempuan , yang dimurkai Allah.  ndak usah lah  pake sirriyah-sirriyahan, rahasia-rahasian gitu.  lho . sekali lagi semua harus ada dasarnya akh..

Ahmad    :  Ya, ana faham semua dalil yang antum shahih , benar, dan wajib kita mengimani. tetapi harus juga diliat konteks atau dhalalahnya,  ini kita kan  dalam kondisi darurat, bukankan  islam menjaga kehormatan dien, jiwa, harta , saudara-saudara kita disana terancam diennya, jiwa, dan hartanya...yah terpaksa dalam rangka menolongnya,ini dharurat, jadi  kita cukur jenggot kita sementara, daripada jiwa & kehormatan kita  & mereka kaum muslimin  terengut..,.Afwan sekali lagi ana menghargai & tidak menolak larangan mencukur jenggot, tetapi mohon antum faham, ini kondisi yang mendesak..

Yusuf     : Terserahan antum akhi,  ana punya prinsip kalau ngak sesuai syar^i kenapa kita harus kita lakukan,

prinsip ane lebih baik sedikit  sesuai sunnah daripada banyak tetapi bid^ah , apalagi ada dalil yang menerangkan. "Barangsiapa menimbulkan sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kita yang bukan dari ajarannya maka tertolak". riwayat  Bukhari. apalagi sudah dishahihkan syaikh al albani rahimahullah.

 

Ahmad   : Akh ana ingat secara umum pendapat imam Ibnu Qayyim, bahwa sebaik jihad adalah yang paling diperlukan pada saat itu , secara aqidah tidak ada perbedaan antara antum & ana ,tidak ada diantara kami yang berjihad meminta pada kuburan atau membawa jimat, ana juga benci perbuatan bidah, bahkan syaikh kami Sholah syahadah rahimahullah (2), yang mudah mudahan Allah karuniakan pahala kesyahidan, senantiasa berupaya menjaga sunnah,terakhir beliau berwasiat kalau beliau wafat tidak diadakan arak-arakan & tidak ditinggikan kuburannya. kalau lah ada perbedaan kita dengan antum , yah contoh kecilnya  ada diantara kami yang masih isbal, terkait yang penting tidak sombong, hal ini tidak perlu dipertajam dalam kondisi seperti ini , kita cari persamaan seperti diawal pembicaraan kita, yaitu menolong saudara kita yang terzholimi, yah kita tadi beda persepsi terkait cara atau wasilah. 

 

Yusuf    :  Lagipula ana juga heran pada kelompok antum , HAMAS., Akh  Jihad itu harus dengan ilmu  dan ada kemampuan , kenapa harus dipaksakan dengan SDM & alat terbatas melawan secara frontal melawan yahudi, udah bersabar aza , sibukkan mencari ilmu syar^i dan amalkan sunnah, pasti Allah akan menolong kita, termasuk saudara-saudara kita yang sekarang sedang terjebak digempur Yahudi, ingat surat Annur ayat 55, Allah akan berikan kekuasaan pada orang-orang yang beramal sholeh.  malah ane ngak yakin teman-teman antum sudah hafal kitab Hadist Arbain imam Nawawi.

Ahmad  :  Saudara ku Yusuf,  antum tahu kita dijajah yahudi sudah puluhan tahun, diawal fitnah ini, juga sudah ada perlawanan dari syaikh Izzudin Al-Qassam rahimahullah , Kakek kita  berperang bersama pasukan Ikhwanul muslimin dari mesir. syria, yordania, diawal mereka zionis & Inggris merampok tanah kita ini, dan setelah itu relatif kita banyak bersabar, kegiatan sosial, madrasah,sarana pendidikan, halaqah-halaqah, baitul mal, dirikan universitas ,banyak pemimpin kami mendapat gelar Doktor,juga kajian ilmu syariah, yang diajari dari saudara kami lulusan alazhar atau universitas islam Madinah, hal itu yang kami lakukan dan selama fase bersabar "tanpa perlawanan " & berkonsolidasi, akhirnya baru tahun 1993 kami punya sayap militer dan beberapa tahun kemudian meletuslah aksi intifadhah yang pertama, dan tahukan antum saudaraku sekarang kita sudah bisa membuat roket al Qassam,jangan tanya jangkauannya, alhamdulillah serta  jangan bayangkan kami melawan mereka  dengan batu, dengan senjata akhi...antum liat kan pamanku ismail, beliau anggota sayap militer. Jarang  kulihat beliau lepas dari AK 47 nya,  tidakkah antum simak di sejarah islam, disaat SDM & prasarana terbatas ketika Nabi & para shahabat masih sedikit, lemah, ditindas di Mekkah, benar kebanyakan mereka bersabar & bertahan, tidak melakukan perlawan fisik, tetapi tidakkah kita liat dalam kondisi yang serba terbatas begitu  , ada juga sahabat yang  merasa  mampu & memiliki kekuatan berani secara terang-terangan  menghadapi mereka, dan tentu mengalami risiko seperti shahabat Umar bin Khattab dan Abu dzar al ghifari. Baiklah , terserah lah pandangan antum kepada kami yang jelas kami berdoa mudahan-mudahan kita semua digolongkan para Hizbullah yang tercantum dalam surat al maidah  ayat 54 :

"Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. "

Yusuf    : Ya, tapi jangan sampai antum dan kelompok antum , melalaikan hal –hal yang bisa saja kalian anggap kecil, sholat berjamah jangan masbuk terus, berlebihan dalam nasyid,  bisa jadi karena kemaksiatan kecil yang kita lakukan , doa kita terhalang, dan menjadi jauh dari pertolongan Allah .

Ahmad  :  Terima kasih nasehatnya, ana setuju. kita harus mulai dari diri kita dahulu dan senantiasa evaluasi, kita akui hal yang antum kritik bisa jadi ada, tapi khan ngak bisa ulah sebagian individu dianggap vonis umum secara jamaah ..ana sedih membaca fatwa seorang syaikh dari timur tengah  tentang jihad kami di palestina , yang salah satunya menjadikan contoh ucapan fulan seorang masyarakat awam yang ikut demo israel, ketika fulan tadi berlomentar : "orang nasranipun bisa menjadi syuhada".lalu teman kajian antum dengar ,dan laporkan , dan dijadikan hujjah, bahwa  lihatlah orang yang berjihad di palestina pemahaman seperti itu. sehingga lahirlah kesan bahwa para pejuang ini adalah orang-orang yang bodoh & tidak berilmu.dan hanya kepada Allah lah kami memohon perlindungan , ya kami mengakui ada sebagaian masyarakat yang belum faham benar tentang hal ini, tetapi jelas hal ini tidak menjadikan kami menunda untuk bergerak & berjihad, sambil terus diupayakan penanaman ilmu & kajian kajian secara sinergi . Cam akhi kami berjihad bukan berarti kami meninggalkan menuntut ilmu. jangan bersuudzon.

Yusuf    :  Sudahlah, ana ngak suka debat dan  menurut ana masing-masing sesuai dengan  apa yang diyakini dan bertanggung jawab atas pilihannya itu, silakan antum dengan cara itu, ana tidak akan ikut, selama tidak ada hujjah yang benar-benar jelas . ana disini sajka  perdalam ilmu agama & amalkan sunnah. semoga antum berhasil , hati-hati melewati pos perbatasan yahudi  ,.Oiya ini ada titipan  dana dari teman-teman di  kajian tauhid syaikh Abdullah, buat pengungsi & kaum muslimin yang terjebak disana.

Ahmad  : Tayyib akh sepakat , selama kita tidak saling mencela & menghujat, atau bahkan saling melemahkan.ana menyadari memang tidak  semuanya harus  pergi berjihad , lihat surat attaubah ayat 122, harus ada yang tafaqquh fiiddien.itu husnuzhon ana kepada antum dan teman teman, insya Allah  doa dan bantuan  yang  antum sanggupi  tadi , ana yakin sangat  bermanfaat untuk keberhasilan operasi kemanusian yang beresiko ini, apalagi ane pun diamanahi untuk membawa beberapa surat penting buat komandan lapangan.

 

Tiba –tiba dari arah samping datanglah rekan mereka  , Sulaeman. dan turut berdialog dan menanyakan apa yang sedang dibicarakan dan direncanakan.  setelah jelas duduk permasalahan maka berkata lah dia :

Sulaeman  : Nah, ini lah  mengapa saudara kita masih terjebak & terzolimi di pemukiman itu, mengapa kita kalah sama dengan yahudi, mengapa banyak kriminal, bencana, kelaparan, kejahatan, keterpurukan kaum muslimin di negeri kita palestina dan kaum muslimin dunia , itu karena Tidak ada KHILAFAH ? percaya deh kalau ada khilafah palestina beres, ayo kita tegakkan Khilafah secepatanya..

Yusuf          : Eiit ..eeit  tunggu dulu , mana dalilnya bahwa Khilafah adalah.....

Ahmad       :  Sst  sst  sst Yusuf sudah sudah , ndak usah diterusin bakal panjang dan ndak ada akhirnya, kaum muslimin di hebron , sedang butuh bantuan urgent ! ane mau berangkat nich gabung ikhwah-ikhwah yang telah lebih dulu menyamar..

Sulaeman   :  Lagipula , ane  juga buru-buru mau cari ticket pesawat ke indonesia  ,berangkat dari mesir. mau antar syekh kami  ikutan konferensi khilafah internsional di Jakarta Indonesia , bulan agustus ini. Afwan jiddan, tidak  bisa ladenin debat tentang khilafah dengan antum akh yusuf, lain waktu sampai subuh saya ladeni...kayak debat Qiyadah kami dengan Syaikh Al albani.

hhm .. akh ahmad ,antum berangkat sekarang ? baik,   bisa titip  dana  bantuan dari kami? . yang amanat yah.

Ahmad   : Syukron Akhi fillah atas bantuan dananya. semoga bisa dengan selamat  menyampaikannya.

Ketika hendak berpisah , ternyata meraka  bertemu dengan  Mahmud teman masa kecil , yang  terlihat dari sisi pakaian & perbekalan seperti hendak musafir .

Sulaeman  :  Assalamulaikum , Mahmud  antum mau kemana nih

Mahmud     :  Waalaikum salam, wah ikhwan fillah subhanalloh kita bisa bertemu disini. Alhamdulilah ana ada usaha dakwah nih , seperti biasa.

Ahmad        :  Maksud ente?

Mahmud     :  Alhamdulillah, ane mau berangkat Khuruj selama 40 hari ke tepi barat, disana masih banyak kaum muslimin yang perlu diingatkan sholat berjamaah di masjid, dan dikuatkan iman & ruhaninya ,sehingga bisa bersabar  & ridlo menghadapi fitnah teror israel yang terkutuk. sekalian mau dengar hikmah & kisah dakwah saudara ane , usamah yang baru pulang khuruj dari negeri muslim terbesar indonesia, tetapi masya Allah, seperti buih di lautan, banyak, tapi tidak berdaya & lemah. semoga Allah berikan hidayah pada mereka. Oia akh ahmad bagaimana dengan khabar saudara antum yang jadi anggota parlemen dari HAMAS ?  Abu mujahid.

Yusuf           : Ooh , antum JT  yach ? sudah dengar Fatwa syaikh bin baz terbaru tentang JT & IM ? bahwa.....

Ahmad        : Ssst..sst  sudah sudah al ustadz yusuf, kalau mau  diskusinya nanti , antum liat kondisi dong Akh. lagi genting begini...oia akh mahmud, sejak abu mujahid jadi anggota parlemen , hanya seminggu kemudian beliau diculik, disiksa , dan ditahan israel sampe sekarang di Penjara Haifa, bersama 33 aanggota parlemen lainnya ,semoga Allah berikan kesabaran beliau dan  pada ummu mujahid  yang sedang hamil tua beserta ketujuh anaknya. jazakallahu atas perhatian antum.

Mahmud      : Saya turut prihatin & hanya bisa mendoakan , Maaf akh yusuf dan akhi  fillah semuanya ,afwan kalau sementara ini kami tidak melayani hal-hal yang sifat berdebat & pulitik..kita beramal sholeh aza lah..

Sulaeman   :   Intinya,  kita harus bersinergi kerjasama untuk memperkuat ilmu dan dibuktikan dengan beramal

Ahmad       :   Tentang bekerja & beramal ane ingat ada dalam surat at-taubah ayat berapa ya ?

Yusuf          :  At-taubah ayat 105 yang artinya : Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".   Catatan akh fillah , bekerja dan beramalnya harus dengan ilmu ya , berdasarkan pemahaman salafusholeh.

Mahmud     :  Subhanalloh, hafalan Quran & hadist antum akh Yusuf cukup banyak juga

Sulaeman  : Ya tapi ilmu harus diamalkan Suf..jangan ngaji melulu, tali islam yang yang pertama lepas adalah "hukumah" atau pemerintahan alias khilafah  yang terakhir sholat,  jadi antum jangan lupakan juga dakwah dari hal  yang pertama lepas itu ...ngerti ngak sich ?. ane juga ngak bilang kalau dakwah khilafah,berarti lupakan dakwah tauhid, atau fardhiyah. itu fitnah akh pada kami , dibilang kami membolehkan menyentuh wanita yang bukan mahram, dan juga....

Yusuf           :  Eiit, kamipun sering difitnah bahwa kami hanya mengurus fikih atau ilmu saja, itu pandangan salah,islam itu luas , Jihad bagi kami juga adalah kewajiban tetapi harus dengan ilmu akh dan ada kaidahnya, harus izin penguasa/imam muslim yang harus kita taati selama dia sholat dan berjihad bersama mereka, tentu dengan fatwa ulama.

Mahmud     :  Wah, bener juga ,sekarang kan penguasa/pemerintah palestina dari hamas tuh, ustadz. Ismael haneya, berarti kita semua harus taat ya, karena pemerintah kita sekarang  komitmen untuk tidak mengakui israel apalagi berdamai, gimana tuh

Ahmad        :  Sudah – sudah , jangan menambah lagi keruwetan dengan perdebatan. Mari kita saling menguatkan, ana jadi  ingat fatwa syaikh bin baz Syekh Bin Baz rahimahullah dalam maj^mu fatawanya berkata,  "apabila ada banyak lembaga keislaman di suatu negeri muslim yang bergerak di bidang sosial, memberikan bantuan, dan bekerja sama dalam hal kebaikan dan ketaqwaan antar sesama umat islam tanpa ada tendensi hawa nafsu dari masing-masing pihak, maka yang seperti ini adalah bagus lagi berkah dana akan sangat besar manfaatnya”.  Yah sekali lagi secara prinsip dasar. Tidak ada perbedaan aqidah yang mendasar diantara kita, kalau lah ada yang mengkritik , nasehat , atau masukan, dari komunitas muslim lainnya , maka siapkan & lapangkan hati kita jika itu memang kebenaran . Baiklah cukup pembicaraan kita  dan sudah selayaknya sebelum berpisah sesuai tujuan masing-masing, kita saling memaafkan ,mendoakan, kita adalah muslim ibarat satu bangunan , fitnah sudah terjadi dimana mana. yang memperkeruh suasana ukhuah diantara kita  . Bagaimana saudaraku ?

Suleman/Yusuf/Mahmud : Baik kali ini kita sementara ini semua sepakat. akh, jangan tambah lagi fitnah yang sudah ada ini.

,

Dan akhirnya , para pemuda palestina yang senantiasa mengharap ridlo Rabbnya  itupun  berangkulan penuh haru.  

 

Ditengah peristiwa yang menyejukan  tersebut tersebut tiba-tiba, sepasukan milisi berpakaian hitam-hitam berslayer kuning, menyergap & menodong mereka dengan senapa otomatis UZI buatan Israel, rupanya mereka berempat disergap Milisi intelejen Fattah yang loyal kepada Muhammad Daxxxx, pejabat intelejen palestina yang dekat dengan israel. padahal banyak pemuda Fattah yang dekat dan saling membantu  dengan Hamas ,dan organisasi islam lainnya.

 

Akhirnya  mereka ditangkap dan dinterogasi serta ditanya maksud tujuan masing –masing , dan dijawab secara jujur & tegas apa adanya maka, dan terjadilah dialog. antara sang komandan milisi ini dengan mereka (diwakili kata JAWAB)

 

Komandan   :   Apakah kalian tahun kesalahan kalian ?

Jawab          :   Kami rasa kami tidak bersalah, apalagi kalian adalah saudara kami seagama dan setanah air..!

Komandan   :  Kesalahan kalian yang pertama adalah tidak melaporkan kegiatan aktifitas kepada kami & Ada diantara kalian yang tidak mau berdamai & mengakui israel .

Jawab           :  Kenapa kita harus akui israel yang telah merampas tanah wakaf kaum muslimin di palestina ? membunuh ribuan jiwa, anak –anak dan orang tua, menghancurkan rumah, ladang , kebun,binatang ternak, serta episode-episode pembantaian termasuk yang mengerikan tahun 1982 pembantai sabra & shatila, berkerjasama dengan kristen palangis.

Komadan      :  Hmm..tapi kami hanya..hmm..  melaksanakan tugas..hmm

Jawab           :  Kenapa anda seperti ragu ..menjawab komandan ?

Komandan   :  Sudah diaam , diam kalian semua anak kecil, yang tidak tahu masalah? kalau ngak akui israel kita diboikot tahu ! kami tidak digaji ! mau makan apa anak istri kami, mereka israel & amerika yang punya dana , yang bisa membuat kita senang  dan hidup tenang, aman. kalian maunya rusuh –terus, dasar teroris , fundamentalis...!, kita semua butuh ketenangan

Jawab           : Ya tenang menjadi budak yahudi..menggadaikan IZZAH, dan kehormatan ! wahai saudaraku jika engkau perkuat aqidah & imanmu niscaya  engkau bisa bertahan & ber sabar sebagaman Nabi SAW  & para shahabat ketika diboikot & diasingkan sampai hanya memakan daun-daunan , demi menjaga aqidah & membela kemulian islam.

bertaubatlah saudaraku..bertaubatlah sebelum azal menjemput.

Komandan    : Hey .dasar pembangkang. dasar fundamentalis ,teroris, berani beraninya menasehati kami !!! tanpa jaminan dan perlindungan dari aku, kalian semua bisa di tembak , dan mati menyusul pemimpinmu ..ahmad yasin

Jawab           : Silakan lakukan apa maumu, Hasbunallah wa ni^mal wakiil. Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung

Komandan    : Dasar keras kepala, dicuci oleh apa kepala kalian ?

Jawab            : Cukuplah kami bacakan firman Allah dalam surat 2 ayat 138 " Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah "

Komandan     : Cukup..cukup , dasar pengkhianat bangsa ,  pengawal tembak mereka ...!

 

Serentetan  tembakan dari senjatan otomatis terdengar,,,,,,,sejurus terdengar suara takbir menggema  : Allahu Akbar ....Allahu akbar, hening sejenak. lalu terdengar lah  kalimat syahadat   lirih & syahdu dari  mulut –mulut yang terbiasa dihiasi dengan membaca kitabullah...satu persatu bunga-bunga islam berjatuhan , darah mengalir, kembali membasahi bumi Jihad Palestina.

 

Catatan :

Yahya Ayyas (al muhandis) ahli & salah satu pelopor pembuatan bom yang ditakuti israel, lulusan universitas teknik di gaza & Syaikh  Shalah Syahadah,  tokoh sporitual & "bapak" dari  brigade izzudin Al-qaasam (sayap militer HAMAS). yang mereka telah gugur ditangan israel, semoga Allah mengaruniakan pahala kesyahidan kepada mereka .amin

Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya

 

Gunungputri, Bogor Rabu 20/06/07

 FIRST PUBLISHED  :     www.perisaidakwah.com

 


Blog EntryMawqif Ad-Du’at Nahwa Al-’Ifki’Jun 21, '07 12:59 AM
for everyone

Sikap Kader Saat Menghadapi Isu & Provokasi

(Mawqif Ad-Du’at Nahwa Al-’Ifki’)


إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالإفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الإثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
لَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ
لَوْلا جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ
وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
وَلَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. Mengapakah di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: Ini adalah suatu berita bohong yang nyata?! Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu?! Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta. Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan hal seperti ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang amat besar.” [1]

Ikhwah wa akhwat Ad-Da’iyyat hafizhakumuLLAAH,

Salah satu mawqif (sikap) yang harus kita miliki di dalam mengemban amanah dakwah & jihad menegakkan syari’ah ALLAAH SWT di muka bumi ini adalah sikap ber-husnuzhan (berprasangka baik) kepada saudara kita sesama mu’min -siapapun dia & dari kelompok apapun mereka- sepanjang ia atau mereka dikenal keikhlasannya & perjuangannya untuk Islam dan meninggikan kalimatuLLAAH, maka hendaklah kita menahan diri dari berprasangka buruk & apalagi sampai memfitnah atau menyebar isu, sebagaimana sabda kekasih kita SAW: “Jauhilah prasangka itu, karena prasangka itu sedusta-dusta ucapan.”[2]

Alangkah banyaknya taujih dari Yang Maha Rahman kepada kita untuk bagaimana kita selalu mengedepankan prasangka yang baik & menolak syubuhat yang dituduhkan kepada saudara-saudara kita sesama muslim -siapapun dia dan dari kelompok manapun mereka- jika mereka adalah muslim & bukan orang yang menunjukkan sifat-sifat kemunafikan maka baginya haram darah, harta dan kehormatannya, sebagaimana dalam hadits shahih dikatakan: “Jangan kalian saling hasad, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, jangan membeli barang yang sudah dibeli oleh saudaramu, dan jadilah kalian hamba-hamba ALLAH yang bersaudara, seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menzhalimi & menghina serta mengucilkannya, Taqwa itu disini –sambil beliau SAW menunjuk dadanya 3 kali- cukup disebut seorang itu jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim, setiap muslim atas muslim yang lain haram darahnya, hartanya & kehormatannya.”[3]

Dan jika kita berinteraksi secara mendalam dengan Al-Qur’an, maka akan kita dapatkan bahwa sifat mudah berprasangka itu merupakan watak dari orang-orang yang kafir & munafiq, sebagaimana firman-NYA berkenaan dengan sifat orang-orang kuffar : “… mereka tidak lain hanya mengikuti sangkaan-sangkaan, serta apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka …”[4] Atau firman-NYA dalam ayat yang lain: “Dan mereka tidak memiliki suatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan, sedangkan persangkaan itu tidak bermanfaat sedikitpun thd kebenaran.”[5]

Demikian pula IA menyebutkan tentang sifat kaum munafiqin yang selalu berprasangka buruk kepada orang-orang yang beriman, dan merasa senang jika orang mu’min mendapat fitnah, sebagaimana dalam taujih-NYA: “… dan kalian menyangka dengan sangkaan yang buruk sehingga kalian menjadi kaum yang binasa.”[6] Oleh karena itu, suatu saat sifat akan menghinggapi orang-orang yang beriman jika tidak diantisipasi dan diluruskan, maka IA Yang maha Rahman-pun mengingatkan kepada hamba2-NYA yang beriman dengan firman-NYA: “Wahai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian besar dari prasangka itu adalah dosa…”[7]

Namun kendatipun demikian, ternyata ada pula kalangan kaum beriman (yang mungkin karena belum mengenal saudaranya ataupun mungkin karena kualitas keimanannya yang belum baik) yang terpengaruh dan terjangkiti virus su’uzhan tersebut, bahkan kemudian menelan berbagai isu yang tidak baik itu, bahkan ikut menyebar-nyebarkannya tanpa melakukan tabayyun ke sumber pertama dan tanpa –setelah tabayyun- menunggu klarifikasi dari sumbernya tersebut: Sebenarnya substansi permasalahannya seperti apa? Ataukah dalam konteks apa hal tersebut terjadi atau kata-kata itu diucapkan? Atau bagaimana dikaitkan dengan pribadi yang menyampaikannya, apakah mungkin dengan segala kapasitas kehidupannya, perjuangannya, konsistensinya dalam dakwah dan jihad sampai saat ini ia berani melakukan atau menyampaikan seperti itu? Dst

Ikhwah wa akhawat fiLLAAH a’anakumuLLAAH,

Ketahuilah bahwa hal yang demikian itu pernah terjadi pula pada masa Nabi SAW dan bahkan fitnah itu malah menimpa diri pribadi nabi SAW sendiri & keluarganya, yaitu isu yang menerpa salah seorang istri beliau SAW, yaitu Ummul Mu’minin A’isyah RA yang diisukan ada ‘affair’ –na’udzubiLLAAH- dengan salah seorang sahabat yaitu Shafwan bin Mu’aththal RA yang berwajah ganteng saat pasca perang Bani Musthaliq (hadits selengkapnya dapat dirujuk dalam Kitab Ash-Shahihain[8]), yang jika kita teliti lebih mendalam hadits tersebut maka dapat kita simpulkan beberapa hukum fiqh sbb:

1. Bahwa data memang ada (yaitu Aisyah RA berjalan berdua dengan Shafwan RA), namun data tersebut -oleh orang yang menyebarkannya- tidak dikonfirmasi dahulu kepada sumbernya.

2. Kenapa itu sampai terjadi? Lalu kalaupun mereka memang berjalan berdua (tepatnya Shafwan RA menuntun Unta yang membawa Aisyah RA) maka apakah penyebabnya? Lalu apakah benar itu dilakukan oleh mereka dengan sengaja? Lalu apa saja yang mereka lakukan dalam perjalanan tersebut? Dst.

Lalu perhatikanlah baik-baik -wahai ikhwah wa akhwat fiddin a’azzakumuLLAAH- renungkanlah bagaimana RABB kita, Pemilik kita & Pembimbing kita yang Maha Mengajari & Maha Mendidik telah mengajari kita dikala menyampaikan taujih Rabbani-NYA, IA –Jalla wa ‘Ala- yaitu IA tidak langsung memberikan klarifikasi tentang duduk peristiwanya atau benar atau tidaknya tuduhan tersebut, melainkan IA malah meluruskan mawaqif kaum mu’min jika mendengar berita seperti itu, yaitu agar membersihkan hati-hati mereka, mengarahkan ittijah (arah) mereka agar naik ke langit & agar lepas dari tujuan-tujuan duniawi yang kotor, dan memberikan taujih yang membuat berlinangan airmata orang-orang yang bertaqwa & gemetar hati orang-orang yang ikhlas:

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. Mengapakah di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: Ini adalah suatu berita bohong yang nyata?! Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu?! Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta. Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah amat besar. Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan hal seperti ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang amat besar.” [9]

Perhatikanlah bagaimana IA -Yang tidak pernah tidur & Maha Mengawasi- menegur dengan amat keras kepada sang penyebar isu dan orang-orang yang membenarkannya, sebagaimana dapat difahami dari susunan kalimat dan gaya bahasa yang digunakan-NYA saat menyampaikan kalimat di surat An-Nuur di atas. Perhatikanlah saat IA berfirman: “…Dan kamu menganggapnya (menyiarkan berita yang belum di-tabayyun itu) adalah suatu (dosa) yang ringan saja, padahal dia pada sisi Allah (dosanya) adalah amat besar.” Imam Ibnu Katsir –rahimahuLLAAH- saat menafsirkan ayat ini[10], menukil sebuah hadits yang diriwayatkan dalam Ash-Shahihain: “Ada seorang laki2 yang mengucapkan 1 kata (yang membuat ALLAH murka) yang ia tidak menyangkanya akan demikian itu, sehingga akibatnya ia dilemparkan ke neraka dari jarak yang lebih jauh dari Timur dan Barat.”[11]

Sementara Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya[12] menyatakan bahwa makna ‘bi-anfusihim’ (terhadap diri mereka sendiri) dalam ayat tersebut sebagai ‘bi-ikhwanihim’ (terhadap saudara mereka sendiri), kemudian beliau –rahimahuLLAAH- melanjutkan: “Bahwa ALLAH SWT mewajibkan kepada seluruh orang beriman jika ada orang yang mencela orang lain ataupun menyebarkan isu, sementara yang menyampaikannya tidak dikenal (keadilan & ke-wara’-annya) maka hendaklah ia menolaknya & mendustakannya.”

Asy-Syahid (insya ALLAH) Sayyid Quthb –rahimahuLLAAH- menegaskan bahwa makna ‘bal huwa khayrul lakum’ (bahkan isu tersebut adalah baik bagi kalian), bahwa maknanya adalah : “karena ia menyingkap tipudaya & para pelakunya terhadap Islam… dan ia juga menyampaikan kepada seluruh jama’ah islam akan urgensinya diharamkan menuduh & hukuman dera bagi para pelakunya… sebenarnya yang penting bukan sekedar hukuman tersebut, tetapi perlunya mengarahkan jama’ah ini menuju tujuan yang suci, cita2 yang tinggi & perilaku yang bersih & suci..”[13]

Para Ulama Salafus Shalihin juga memberikan penekanan terhadap hal ini. Berkata Imam Al-Muhasibi –rahimahuLLAAH- : Cinta itu ada 3 macam, tidaklah seorang itu disebut sebagai orang yang mencintai ALLAH SWT kecuali dengan ketiga sifat tersebut, yaitu :

1. Mencintai orang mu’min karena ALLAH dan tanda-tandanya adalah : Menahan diri dari menyakiti mereka, memberikan manfaat pada mereka;

2. Mencintai Rasul karena ALLAH SWT dan tanda-tandanya adalah mengikuti sunnahnya;

3. Dan mencintai ALLAH SWT dan tanda-tandanya adalah dengan taat pada-NYA dan tidak bermaksiat pada-NYA.

Lalu Imam al-Muhasibi menambahkan : Dan diantara tanda menahan diri dari menyakiti sesama muslim adalah dengan tidak buruk-sangka kepadanya.

Berkata Imam Al-Qasimi –rahimahuLLAAH- : “Dan sebagaimana kamu diwajibkan untuk menghentikan lisanmu dari menyakitinya, maka demikian pula kamu diwajibkan untuk menghentikan hatimu dari menyakitinya pula yaitu dengan tidak berburuk-sangka padanya, karena buruk-sangka adalah meng-ghibbah dengan hati dan sama pula dilarang melakukannya. Maka menutupi aib dan kelemahannya serta melupakannya merupakan salah satu tanda orang-orang yang ahli agama. Dan ketahuilah bahwa tidak sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai saudaranya sesama muslim sama seperti ia mencintai dirinya sendiri. Dan derajat terendah dari ukhuwwah adalah bergaul dengan saudaranya sesama muslim dengan hal yang ia sukai dan melupakan kekurangan dengan menutup kekurangannya dan berusaha menghilangkan sifat iri dan dengki, maka barangsiapa yang masih ada kedengkian dalam hatinya maka saksikanlah bahwa imannya lemah, dirinya berpenyakit dan hatinya busuk sehingga tidak pantas ia untuk berjumpa dengan ALLAH SWT.”

Ikhwah wa akhawat fiLLAAH hafizhakumuLLAAH,

Kita tidak mengkuatirkan apabila isu & fitnah itu disebarkan oleh para musuh Islam atau kaum munafiqin, karena mereka memang ditaqdirkan untuk memerangi Islam & syariat ALLAH SWT, tetapi yang kita kuatirkan adalah jika isu atau fitnah itu disebarkan oleh sesama kaum muslimin –baik itu karena kejahilan atau karena keburukan akhlaq mereka- (kita berlindung kepada ALLAAH SWT dari keduanya), bahkan yang lebih parah lagi jika isu itu juga ditelan oleh para kader dakwah, sehingga mereka disibukkan dengan mendengar haditsul-‘ifki (berita bohong) sementara wazhifah-yaumiyyah tidak dikerjakan, mereka sibuk membicarakan & menyebarkannya dalam berbagai liqa’at, sehingga melemahkan shaff & memudarkan semangat jihad mereka, maka dengan demikian para qiyadah akan disibukkan terus-menerus untuk meng-counter isu demi isu –dan inilah yang diinginkan oleh para musuh Islam- padahal isu tersebut amat jauh dari keadaan mereka, bahkan jangankan mereka berani mengkhianati ummat, sementara anak & istri merekapun sering terabaikan demi dakwah, pekerjaan tetappun tidak punya & penghasilanpun tidak jelas karena makin bertambah beratnya beban dakwah & makin meluasnya jaringan yang harus dikelola. Jikapun kita tidak mau membantu mereka karena kesibukan ma’isyah ataupun studi kita, maka janganlah perberat beban mereka dengan menambah kerja mereka dengan hal-hal yang membuat fikiran semakin penat & rambut semakin memutih, sebaliknya doakanlah mereka & mintakan ampun bagi mereka disela-sela sujud & tahajjud kita semua.

Ikhwah wa akhwat fiddin a’azzakumuLLAAH,

Saat-saat jihad siyasah sudah dekat, orang-orang telah merapatkan barisannya untuk menekan kebangkitan ini & mengalahkan barisan para du’at, genderang perang sudah mulai ditabuh, isu sudah mulai ditebarkan kemana-mana untuk mencerai-beraikan pasukan & melemahkan semangat juang. Maka al-akh ad-da’i & al-ukh ad-da’iyyah dituntut untuk berprasangka baik pada dirinya dan orang lain, dan bagi seorang al-akh agar senantiasa berprasangka baik pada qiyadah-nya, murabbi-nya dan para ikhwah-nya yang lain. Dan jangan melawan isu dengan isu, jangan melawan fitnah dengan fitnah pula, jangan melakukan provokasi, karena kita tidak berjuang demi dunia & kenikmatan sesaat, mendekatlah kepada ALLAH SWT, bersabarlah juga karena ALLAH SWT karena IA melipatgandakan pahala bagi mereka yang bersabar, ikhlas & teguhlah dalam berjuang karena kita tidak berjuang karena si Fulan atau si Fulanah, sebab si Fulan atau si Fulanah akan mati & akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di yaumil Mahsyar, tetapi perjuangan kita adalah demi li I’la kalimatiLLAAH, maka siapa yang menyimpang dari tujuan tersebut, maka saksikanlah bahwa ia telah bersiap2 untuk menyimpang ke neraka. Maka berbaik-sangka pada sesama saudara seiman adalah tanda iman dan merupakan tuntutan ukhuwwah dan tidak ada ukhuwwah tanpanya, sebagaimana sabda nabi SAW : “Jadilah kalian hamba-hamba ALLAH yang bersaudara.”[14] Akhirnya saya akhiri tulisan ini dengan doa seorang hamba yang mu’min dalam Al-Qur’an: “Wahai RABB kami, ampunilah dosa2 kami dan saudara-saudara kami yang yang telah mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah ENGKAU jadikan dalam hati kami kedengkian thd orang-orang yang beriman, wahai RABB kami, sesungguhnya ENGKAU adalah Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

WaLLAAHu a’lamu bish-Shawaab… []

Catatan Kaki:

[1] QS An-Nuur, 24/11-16

[2] HR Bukhari, XVII/210 & Muslim, XVI/413; bahkan Imam Muslim menulis dalam shahih-nya bab: Haramnya Su’uzhan, Mencari2 Kesalahan Orang Lain… (XVI/412)

[3] HR Muslim, no. 2564; Tirmidzi, no. 1928

[4] QS An-Najm, 53/23

[5] QS An-Najm, 53/28

[6] QS Al-Fath, 48/12

[7] QS Al-Hujuraat, 49/12

[8] HR Bukhari, Bab: Law Laa Idz Sami’tumuuhu Qultum…, XV/457

[9] QS An-Nuur, 24/11-16

[10] Tafsir Al-‘Azhim, VI/28

[11] HR Bukhari, no. 6478 dan Muslim, no. 2988

[12] Tafsir Al-Ahkam, XII/202

[13] Tafsir Az-Zhilal, V/265

[14] HR Bukhari, XX/205; & Muslim, XVI/400

Oleh Abi AbduLLAAH | 10 May 2007 @ 10:07 | 24 Rabiul Akhir 1428 H | Kategori: Ghazwul Fikri


Peta Situs kelompok-kelompok Islam dan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam.


Release terbaru:

AHMADIYYAH

http://www.ahmadiyya.or.id/page/

AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH
Catatan: sempat pecah, sehingga ada dua situs di bawah ini. Salah satu situs sudah OFF. Kita doakan semoga mereka dapat bersatu kembali.

http://www.alirsyad.or.id/
http://www.alirsyad.org/

AL-IKHWAN AL-MUSLIMUN

http://www.al-ikhwan.net
http://www.usahamulia.net

DAARUT TAUHIID (DT)

http://www.cybermq.com/
http://www.dpu-online.com
http://www.manajemenqolbu.com
http://www.dtjakarta.or.id/